Beriklan Bersama Kami

Cukup dengan IDR. 10.000,- anda sudah bisa beriklan bersama kami call : 085277806394

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 28 Mei 2013

10 Keahlian IT Paling Dicari di 2013

Dalam dunia IT, apa keahlian yang akan paling banyak dibutuhkan dalam setahun ke depan? Sebuah pertanyaan yang penting untuk kita ketahui jawabannya di minggu pertama 2013 ini.Beberapa survei telah dilakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Di antaranya adalah yang dilakukan oleh Forecast Survei kepada 334 eksekutif IT sebagai respondennya. Hasilnya didapati bahwa 33% dari mereka berencana untuk melakukan perekrutan tenaga kerja baru di tahun 2013. Bidang keahlian yang akan paling banyak dibutuhkan adalah : Programming and Application DevelopmentProject ManagementHelp Desk/Technical SupportSecurityBusiness Intelligence/AnalyticsCloud/SaaSVirtualizationNetworkingMobile Applications and Device ManagementData CenterDengan pendekatan yang berbeda, Trainsignal juga melakukan hal serupa. Survei dilakukan kepada profesional IT yang duduk pada posisi manajerial di berbagai perusahaan global. Data yang diperoleh adalah kebutuhan akan keahlian sebagai berikut : Software DevelopmentMobile DevelopmentWeb DevelopmentInformation SecurityCloud/SaaSNetwork ManagementService ManagementVirtualizationExtract, Transform and LoadBusiness IntelligenceSebagai tambahan, ada baiknya untuk juga melihat informasi yang dipublikasikan oleh Forbes. Meskipun tidak spesifik membahas dunia IT, tetapi menariknya data dari Forbes menunjukkan IT sebagai bidang keahlian yang dominan dibutuhkan oleh bisnis. Berikut adalah daftar peringkat yang diberikan Forbes :Software Developers (Applications and Systems Software)Accountants and AuditorsMarket Research Analysts and Marketing SpecialistsComputer Systems AnalystsHuman Resources, Training and Labor Relations SpecialistsNetwork and Computer Systems AdministratorsSales Representatives (Wholesale and Manufacturing, Technical and Scientific)Information Security Analysts, Web Developers and Computer Network ArchitectsMechanical EngineersIndustrial EngineersUntuk sukses berkompetisi di dunia kerja, bijaknya apa pun yang kita tekuni atau pelajari saat ini masuk dalam daftar yang disebutkan di atas. Hindari menghabiskan waktu dan dana untuk mempelajari sesuatu yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Semoga bermanfaat.

Kamis, 23 Mei 2013

Spiralisasi Pengetahuan: Teknik Menghidupkan Pengetahuan Kita

Spiralisasi Pengetahuan: Teknik Menghidupkan Pengetahuan Kita Author: Romi Satria Wahono · Published: January 2, 2009 · Category: Knowledge Management Teringat tujuh tahun yang lalu, ketika pertama kali mendapat kesempatan arubaito (part time) sebagai programmer di beberapa perusahaan di Jepang. Yang terpikirkan adalah keuntungan materi dan pengalaman yang akan saya dapat. Waktu terus berjalan, perusahaan demi perusahaan saya hampiri, pengalaman demi pengalaman saya dapatkan. Dari menjadi seorang sistem engineer, network administrator, programmer, lecturer, sampai konsultan pun sudah pernah saya jalani.Dan tanpa saya sadari, ternyata ada satu hal penting yang telah saya lupakan. Pengalaman dan pengetahuan yang saya lalui, juga know-how yang saya kuasai, sebenarnya belumlah menjadi pengetahuan yang benar-benar berguna. Atau dengan kata lain, saya belum “menghidupkan” pengetahuan yang saya miliki secara berkesinambungan untuk diri sendiri, dan juga dalam kemasan pengetahuan yang bisa mencerahkan orang lain. Jadi saya belum mengubahnya menjadi sesutu yang bermanfaat secara luas.Suatu pengetahuan untuk bisa menjadi “lebih hidup” dan bermanfaat secara luas harus melewati fase “pengubahan”, atau Ikujiro Nonaka dan Hirotake Takeuchi menyebutnya sebagai suatu dalam proses knowledge spiral. Saya sendiri lebih senang menyebut proses itu dengan spiralisasi pengetahuan. Dan inilah ternyata hal penting yang tidak saya lakukan. Saya terlupa untuk mengadakan spiralisasi pengetahuan yang akarnya terbagi menjadi empat.Download Tulisan Lengkap: romi-spiralisasipengetahuan.zip

Rabu, 15 Mei 2013

Pedagang dan Kontraktor Kesulitan Bayar Kredit

* 2 Perusahaan Berhentikan 90% Karyawan BANDA ACEH - Perekonomian masyarakat Aceh sekarang ini sepertinya sedang sulit. Kondisi itu tergambar dari besarnya rasio kredit bermasalah di bank, meningkatnya penarikan kendaraan oleh leasing, dan banyaknya nasabah asuransi yang lapse (berhenti menanggung asuransi akibat tak dibayarnya premi). Data kinerja perbankan yang diterima Serambi dari Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Aceh, kredit bermasalah (Non Peforming Loan/NPL) pada triwulan I tahun ini (Januari-Maret) tembus 5,06 persen atau sebesar Rp 1,089 triliun, melampaui ambang batas yang ditetapkan BI sebesar 5 persen. Kredit bermasalah itu terjadi pada hampir semua sektor usaha produktif. Sektor perdagangan, misalnya, dari kredit tersalur Rp 4,19 triliun, yang bermasalah mencapai Rp 436 miliar (10,40%). Sementara pada sektor jasa kemasyarakatan, kredit bermasalah mencapai Rp 221 miliar (28,33%), sektor konstruksi Rp 82,5 miliar (20,63%), dan perumahan Rp 70,4 miliar (12,31%). Kondisi yang sama juga terjadi pada perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor (leasing). Kepala Cabang PT Adira Multifinance Banda Aceh, M Zainal Arifin, kepada Serambi, Senin (13/5), mengungkapkan, banyak nasabahnya yang tidak sanggup membayar cicilan kredit sepeda motor sehingga harus ditarik. “Kondisi ini sudah terjadi sejak awal Januari kemarin dan terus mengalami peningkatan sampai sekarang. Sebagian besar nasabah kami adalah wiraswasta nonformal atau pedagang,” ucapnya. Besarnya penarikan sepeda motor yang terjadi ia sebutkan telah mencapai 10 persen dari rata-rata penjualan per bulan yang berjumlah 1.100 unit. “Untuk mobil kita melihatnya masih stabil, karena memang dari sisi segmen pasarnya berasal dari kalangan menengah ke atas,” ujar Zainal. Supervisor Promosi PT Alfa Scorpii II (Yamaha) Jambo Tape, Edi Safrizal, sebelumnya juga menginformasikan bahwa penjualan baik secara cash dan kredit sejak beberapa bulan terakhir menurun. Bahkan banyak kredit yang macet, sehingga terpaksa dialihkan ke orang lain. “Klien kami kebanyakan pedagang pakaian. Mereka mengaku tak sanggup lagi menutup kredit karena pendapatan dari hasil penjualan minim,” ujar Edi. Perusahaan asuransi ternyata juga mengalami masalah serupa. Agen dari sebuah perusahaan asuransi internasional yang berkantor di Banda Aceh, Agus, mengungkapkan, tahun ini banyak nasabahnya yang mengalami lapse, yaitu kondisi penghentian penanggungan asuransi akibat tak dibayarnya premi. “Tahun ini perekonomian sepertinya lagi berat. Banyak nasabah yang lapse, karena tak sanggup bayar premi,” kata Agus. Di tengah kondisi ekonomi yang serba sulit ini, di Bireuen dilaporkan ada dua perusahaan besar yang merumahkan 360 karyawan atau mencapai 90 persen dari total karyawannya. Perusahaan itu adalah PT Cipta Karya Aceh dan PT Mutiara Aceh Lestari Bireuen yang bergerak dalam bidang jasa konstruksi. Direktur Utama PT Cipta Karya Aceh, H Saifannur, kepada Serambi mengatakan, di-PHK nya para karyawan tersebut dilakukan karena pekerjaan yang dilakukan perusahaannya kurang menguntungkan, ditambah lagi proses pembayaran proyek kurang lancar. “Serbasusah. Pekerjaan pemangkasan jalan Cot Panglima tahun lalu proses pembayaran kurang lancar, sehingga untuk menangani pekerjaan lain saya kekurangan modal, sehingga karyawan terpaksa dirumahkan,” ujarnya. Pemutusan Hubungan Kerja itu tentu akan kian menambah daftar jumlah pengangguran di Bireuen yang pada tahun 2012 lalu jumlahnya mengalami kenaikan menjadi 17.000 orang. (yos/yus) Editor : bakri (serambi indonesia aceh)

Selasa, 14 Mei 2013

Indonesians ponder how to promote tolerance. Religious leaders, academics and regular citizens call for increased dialogue in order to foster co-existence and better relations among the country's faiths. By Andhika Bhakti for Khabar Southeast Asia in Jakarta

Handoyo Sudiro, a 52 year-old resident of Tangerang, West Java, says the findings offer an opportunity to improve religious harmony after two very difficult years. "Within the last two years, we are really facing a hard time. It was just last year that three Shia died in the attacks in Sampang, Madura. Not only that, hundreds of Shia refugees are still fighting uncertainty," he told Khabar Southeast Asia. "We also have had various attacks in West Java. The worst was in Cikeusik, Banten where 1,500 Islamic militants attacked Ahmadi followers, and another three people were killed," he continued. Handoyo believes Indonesians should see the reports positively. "We can use the reports as a way to continue improving our tolerance and harmony in the region," he said. He said building tolerance is not solely the responsibility of the government. "I know that the reports seem to be focusing on the authorities. However, it is indeed all our responsibility – the community, educators, and religious leaders. Each of us is responsible," he added. "Not too late to overcome" A similar response came from Sampang regency in Madura. Abdur Alkawi, a religious leader in Sampang, said religious leaders must get together to hold a dialogue among their followers to determine what needs to be done to improve religious tolerance in their region. "Since last year's incident, the communities along with various government representatives in Sampang and the gubernatorial office in East Java as well as representatives from Jakarta have been meeting to address the situation," he told Khabar by phone from Sampang. Abdur said it is important to encourage people to live in tolerance through education, religious teachings, movies, and social media. "It is not too late to overcome [intolerance]. We have been living under the national motto of 'Bhineka Tunggal Ika,' a Sanskrit phrase for 'Unity in Diversity'," he said. Abdur also noted that on February 1st, an official of the Presidential Advisory Council (Dewan Pertimbangan Presiden/Watimpres), Albert Hasibuan, visited Shia refugees displaced by the violence. Albert met with Iklil, the brother of Tajul Muluk, a Shia leader who was sentenced to two years in prison in July 2012 by the Sampang District Court for deviant religious teachings and causing public anxiety. Both men's homes were burned down in late 2011. According to Abdur, Iklil said that he and other Shia refugees are eager to go home. However, they do not want to be blamed or labeled as guilty citizens. "We need dialogue to make clear that the government and the community will welcome Shia followers to go back home and that both Sunni and Shia will agree to live in tolerance," he said. Recipes for recovery Hasyim Muzadi, Secretary General of the International Conference of Islamic Scholars (ICIS), spoke with Khabar during the Asia Muslim-Christian leaders conference, held February 24th-March 1st, 2013. He said most of the religious conflict in Indonesia was caused not by religious fanaticism but by political, social, and economic problems. Asked about the findings of the Wahid Institute, which cited "a serious level" of religious intolerance in Indonesia in 2012, Hasyim said he expects there will be improvement in addressing intolerance in Indonesia specifically and Asia in general. "We expect that through this conference, religious leaders will improve their relationships and be able to address social problems like injustice and other forms of social and economic conflict," he said. Intolerance in Indonesia is caused by various factors, and each region remains different, according to Samsu Rizal Panggabean of the Center for Security and Peace Studies (Peneliti Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian /PSKP) at Gadjah Mada University in Yogyakarta. According to Rizal, due to the different roots of conflict, solutions will also be different. However, regardless of the root of the conflict, dialogue is necessary. "In the Sampang conflict, Sunni and Shia followers need to sit down. They will need intermediaries to talk about what happened and how they will overcome the situation in the future," he said. Rizal agreed that the conflict in Sampang will require both side to identify sensitivities, improve understanding, and conduct activities together as a process of recovering. In the end, dialogue, understanding, and participation are the key elements to increasing levels of trust and tolerance. "I think everyone would like to see improvements in many places including West Java, Ambon, Poso, Makasar , Sampang and other places this coming year," he said. WHAT DO YOU THINK OF THIS ARTICLE?

Membaca Pikiran Orang Lain Dalam Kehidupan Sehari-hari

Banyak anggapan bahwa membaca pikiran adalah pekerjaan seorang psikolog, paranormal atau bahkan dukun. Namun, percaya atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari, anda semua adalah seorang pembaca pikiran. Sebab, tanpa kemampuan untuk mengetahui pikiran serta perasaan orang lain, kita semua tak akan mampu menghadapi situasi sosial semudah apapun. Dengan membaca pikiran, kita dapat membuat perkiraan tentang tingkah laku seseorang lalu membuat kita dapat menentukan keputusan berikutnya. Jika kita melakukan pembacaan ini dengan buruk, dampaknya bisa serius: konflik bisa saja terjadi akibat kesalahpahaman. Contoh yang nyata kesulitan mengenali pikiran dan perasaan orang lain—mindblindness, dapat dilihat pada penyandang autisme, dimana ketidakmampuan tersebut menjadi suatu kondisi yang mengganggu. Kemampuan membaca pikiran ini, yang oleh William Ickes—profesor psikologi di University of Texas, disebut sebagai emphatic accuracy. Darimana asalnya? Kemampuan (terbatas) kita untuk membaca pikiran menurut Ross Buck–profesor Communication Sciences di University of Connecticut, memiliki sejarah yang amat panjang. Dikatakannya bahwa, melalui jutaan tahun evolusi, sistem komunikasi manusia berkembang menjadi lebih rumit saat kehidupan juga menjadi lebih kompleks. Membaca pikiran lantas menjadi alat untuk menciptakan dan menjaga keteraturan sosial; seperti membantu mengetahui kapan harus menyetujui sebuah komitmen dengan pasangan atau melerai perselisihan dengan tetangga. Kemampuan ini sendiri muncul sejak manusia dilahirkan. Bayi yang baru lahir lebih menyukai wajah seseorang dibandingkan stimulus lainnya, dan bayi berusia beberapa minggu sudah mampu menirukan ekspresi wajah. Dalam 2 bulan, bayi sudah dapat memahami dan berespon terhadap keadaan emosional dari pengasuhnya. Nancy Eisenberg, profesor psikologi di Arizona State University dan ahli dalam perkembangan emosional, menuturkan bahwa bayi berusia 1 tahun mampu mengamati ekspresi orang dewasa dan menggunakannya untuk menentukan tingkah laku berikutnya. Lanjutnya, bayi usia 2 tahun mampu menyimpulkan keinginan orang lain dari tatapan matanya, dan di usia 3 tahun, bayi dapat mengenali ekspresi wajah gembira, sedih atau marah. Saat menginjak usia 5 tahun, bayi sudah memiliki kemampuan dasar untuk membaca pikiran orang lain; mereka telah memiliki “teori pikiran.” Bayi tersebut mampu memahami bahwa orang lain memiliki pemikiran, perasaan dan kepercayaan yang berbeda dengan yang mereka miliki. Anak-anak tadi mengembangkan kemampuan membaca pikiran dengan mengamati pembicaraan orang dewasa, dimana mereka membedakan kompleksitas aturan dan interaksi sosial. Selain itu, kegiatan bermain dengan teman sebaya juga dapat melatih anak untuk membaca pikiran anak lainnya. Namun, tak semua anak bisa mengembangkan kemampuan ini. Anak-anak yang mengalami penelantaran dan kekerasan cenderung mengalami hambatan dalam mengembangkan kemampuan membaca pikiran ini. Sebagai contoh, anak yang dibesarkan dalam keluarga yang penuh dengan kekerasan, mungkin akan jauh lebih peka terhadap ekspresi marah, walaupun sesungguhnya emosi marah tidak muncul. Lanjut lagi, kemampuan membaca pikiran yang lebih maju biasa muncul pada masa remaja akhir. Hal ini terjadi karena kemampuan untuk menyimpan perspektif dari beberapa orang di saat yang sama—dan lalu mengintegrasikannya dengan pengetahuan kita dan orang yang bersangkutan itu—seringkali membutuhkan kemampuan otak yang sudah jauh berkembang. Bagaimana Membaca Pikiran? Membaca bahasa tubuh adalah komponen inti dari membaca pikiran. Lewat bahasa tubuh, kita bisa mengetahui emosi dasar seseorang. Peneliti menemukan bahwa ketika seseorang mengamati gerak tubuh orang lain, mereka dapat mengenali emosi sedih, marah, gembira, takut dll, bahkan ketika pengamatan hanya dilakukan dengan pencahayaan yang minim. Ekspresi wajah juga merupakan penanda bagi kita untuk dapat mengetahui apa yang dipikirkan orang lain. Namun sayangnya, banyak dari kita yang tidak mampu untuk mendeteksi ekpresi ini. Salah satu sumber yang kaya akan penanda ini adalah mata seseorang; otot-otot di sekitar mata. Mata seseorang adalah sumber penanda yang paling kaya jika dibandingkan bagian lain yang ada di wajah. Contohnya: mata yang turun ketika sedih, terbuka lebar ketika takut, terlihat tidak fokus kala sedang berkhayal, menatap tajam penuh kecemburuan, atau menatap sekitarnya ketika tidak sabar. Kita dapat semakin tahu pikiran orang lain dari komponen-komponen dalam percakapan—kata-kata, gerak tubuh, dan nada suara. Namun diantara ketiganya, Ickes menemukan bahwa isi pembicaraan menjadi komponen terpenting dalam membaca pikiran dengan baik. Menjadi Pembaca Pikiran Ulung Lalu, bagaimana kita bisa menjadi seorang pembaca pikiran yang lebih baik? Tim dari Psychology Today telah merumuskan beberapa hal yang bisa membantu kita membaca pikiran. Kenalilah orang lain. “Kemampuan membaca pikiran akan meningkat, semakin kita mengenal lawan bicara kita,” kata William Ickes. Jika kita berinteraksi dengan seseorang selama kurang lebih sebulan, kita akan lebih mudah untuk mengenali apa yang ia pikirkan dan rasakan. Hal tersebut dapat terjadi karena: kita mampu mengartikan kata-kata dan tidakan orang lain dengan lebih tepat, setelah mengamatinya dalam berbagai situasi; kedua, kita mengetahui apa yang terjadi dalam hidup mereka, dan mampu menggunakan pengetahuan itu untuk memahami mereka dalam konteks yang lebih luas. Minta umpan balik. Penelitian menunjukkan bahwa kita dapat meningkatkan kemampuan membaca dengan cara menanyakan kebenaran dari tebakan kita. Misalnya, “Saya mendengar, sepertinya Engkau sedang marah. Benar tidak?” Perhatikan bagian atas dari wajah. Emosi yang palsu, biasanya diungkapkan pada bagian bawah wajah seseorang. Sedangkan, menurut Calin Prodan—profesor neurologi di University of Oklahoma Health Sciences Center, emosi utama bisa dilihat dari sebagian ke atas wajah, biasanya di sekitar mata. Lebih ekspresif. Ekspresivitas emosi cenderung timbal balik. Ross Buck, “semakin kita ekspresif, semakin banyak pula kita akan mendapat informasi mengenai kondisi emosional dari orang lain di sekitar kita.” Santai. Menurut Lavinia Plonka, pengarang Walking Your Talk, seseorang cenderung “menyamakan diri” dengan lawan bicaranya melalui postur tubuh dan pola napas. Jika anda merasa tegang, teman bicara anda bisa saja, secara tak sadar, menjadi tegang pula lalu terhambat, dan akhirnya menjadi sulit untuk dibaca. Ambillah napas panjang, senyumlah, dan coba untuk menampilkan keterbukaan dan penerimaan kepada siapapun yang bersama anda. Tinjauan Kritis Perlu kita ingat, bahwa ekspresi emosi bisa berbeda di berbagai budaya. Ekspresi sedih di satu budaya, bisa jadi diinterpretasikan sebagai emosi lain di budaya lain. Jadi jika ingin membaca seseorang, kita perlu memperhatikan pula unsur budaya yang berlaku di tempat tinggal orang itu, jangan sampai salah menebak, atau bahkan memicu terjadinya kesalahpahaman. Kita juga tak bisa mengesampingkan fenomena membaca pikiran ini sebagai sebuah fenomena yang biasa diasosisasikan dengan kemampuan supranatural, sebab percaya tidak percaya, memang ada orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membaca pikiran yang sulit dijelaskan ilmu pengetahuan. Setidaknya penulis telah menemukan beberapa orang dengan kemampuan membaca pikiran, yang bahkan mampu melihat masa depan dan berbagai macam hal yang sulit diterima nalar. Sumber Pustaka Mind Reading – Psychology Today How To Be a Better Mind Reader – Psychology Today

Psikolog: Orang Tua Jangan Malas Belajar Facebook

Psikolog: Orang Tua Jangan Malas Belajar Facebook



TEMPO InteraktifJakarta - Kasus penculikan yang melibatkan remaja berusia 14 tahun, Nunik (bukan nama sebenarnya) dan Arie Power, 18 tahun yang berawal dari situs jejaring sosial Facebook telah membuka mata para orang tua untuk selalu waspada kepada kegiatan anaknya di dunia maya.
Psikolog anak dan pemerhati pendidikan Tika Bisono menyarankan agar orang tua jangan malas untuk belajar menggunakan komputer khususnya internet. “Tidak ada kata terlambat untuk belajar meskipun sudah berusia 60 atau 70 tahun,” kata Tika saat dihubungi Tempo Rabu (10/2).
Menurut Tika, kalau orang tua mengerti menggunakan internet mereka bisa memberikan nasihat kepada anaknya tentang mana yang buruk dan mana yang baik di ranah semu. Jangan sampai anaknya sudah menjadi korban dunia maya si orang tua baru menyadari kesalahannya. “Apa yang terjadi pada anak kita harus tahu dan kita harus mengikutinya. Sehingga kita bisa memberikan masukan bahwa tidak semua yang ada di internet itu baik,” katanya.
Orang tua sebaiknya juga jangan terlalu membatasi anaknya untuk menimba ilmu dari internet. Bagaimana pun internet merupakan gudang ilmu yang pantas digali oleh anak. Tika menyarankan supaya orang tua jangan segan-segan membeberkan keburukan yang ada di internet kepada anak. Pasalnya hal yang buruk juga bisa menjadi bahan diskusi menarik dengan anak.
“Anak-anak juga perlu belajar hal-hal yang buruk. Kita buka saja ke mereka. Supaya mereka bisa membentengi dirinya sendiri,” katanya.
Setelah bisa menggunakan Facebook, orang tua jangan sampai asik sendiri. Pastikan anak berada di dalam lingkaran pertemanan. Supaya kegiatan anak bisa terkontrol. Selain Facebbok orang tua juga harus tahu dan mempelajari situs pertemanan lainnya seperti Twitter, Friendster dan Myspace.
“Status di situs jejaring sosial sebenarnya jangan terlalu dibuka. Semua itu kearifan orang tua untuk memberitahu anaknya,” kata Tika.

DANANG WIBOWO

Selasa, 07 Mei 2013




Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto membuka Seminar dan Pameran Indonesia Water Forum 2013 di Jakarta Convention Center, Selasa (7/5). Kedua acara tersebut diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Air Dunia (HAD) XXI.

Dalam sambutannya, Djoko Kirmanto mengatakan tantangan terbesar yang sedang dan akan terus dihadapi adalah pemenuhan kebutuhan dasar berupa penyediaan pangan, energi  dan air yang semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk, perubahan lingkungan dan iklim.

“Hal tersebut telah menyebabkan ketersediaan sumber daya air baik secara kuantitas maupun kualitas justru semakin berkurang. Ini tentunya akan berimbas pada tekanan terhadap ketersediaan sumber daya air,” sebut Djoko Kirmanto.

Tema Nasional Peringatan HAD ke-21 ialah Kerja Sama Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA). Menteri PU menerangkan tema tersebut merupakan pesan yang sangat jelas bahwa tantangan bidang SDA tidak bisa ditangani secara sporadis, sendiri-sendiri maupun hanya ditangani oleh Pemerintah.

“Air adalah milik bersama, oleh karena itu pengelolaannya harus kita lakukan bersama-sama,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PU juga menyambut gembira penyelenggaraan Seminar dan Pameran HAD kali ini. Acara tersebut dinilainya sebagai sarana temu para pemangku kepentingan untuk mengkomunikasikan secara visual dan klasikal mengenai hal-hal yang telah dan akan dilakukan terkait pengelolaan SDA.

“Pameran dan seminar ini hendaknya mampu mendorong tumbuhnya inovasi dan ide kreatif dalam rangka pengelolaan SDA yang efektif dan efisien,” ujar Djoko Kirmanto.

Lebih lanjut Dirinya juga meminta Seminar dan Pameran tahun ini menjadi batu loncatan menuju event Indonesia International Water Week (IIWW) 2014 dengan kegiatan yang lebih besar dan berskala internasional sebagaimana telah berlangsung setiap tahun di Amsterdam, Kanada dan Singapura.

Dalam pembukaan Pameran tersebut, turut hadir Wakil Menteri PU, Hermanto Dardak, Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Agoes Widjanarko, Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air, Mohammad Hasan, Dirjen Cipta Karya, Imam Ernawi, Dirjen Penataan Ruang, Basoeki Hadimoeljono dan Inspektur Jenderal Kementerian PU, Bambang Goeritno. (rnd)

Pusat Komunikasi Publik( sumber PU-net Kementrian Pekerjaan Umum Indonesia)
070513